Selamat Datang di Rumah Fiqih
Selasa, 20 Januari 2026
Puasa
Puasa Ramadan merupakan rukun Islam keempat yang wajib bagi Muslim mukallaf, bertujuan meningkatkan ketakwaan dan empati sosial melalui menahan lapar, dahaga, dan nafsu dari fajar hingga maghrib.
- Pengertian dan Hukum
Puasa fardhu dilakukan di bulan Ramadan berdasarkan QS. Al-Baqarah:183-185, dengan niat malam hari dan menahan segala pembatal seperti makan, minum, hubungan suami-istri. Hukumnya wajib bagi yang sehat, baligh, berakal, mukim, dan tidak safar.
- Rukun dan Sunnah Puasa
- Rukun (7): Niat, menahan diri dari pembatal, mubashirah (hubungan), makan/minum, qilqalah (muntah sengaja), haid/nifas, kafarat (penebusan).
- Sunnah: Berbuka cepat, suhoor, doa berbuka "Dzahabaz zhama'u...".[3]
- Pembatal dan Pengganti
Pembatal sah (12 jenis) seperti muntah disengaja, tapi qadha cukup. Bagi sakit/miskin, fidyah (makan 1 orang miskin/hari). Manfaat puasa melatih sabar dan membersihkan dosa (HR. Bukhari).
Kutipan:
[1] Puasa Dan Zakat | PDF https://id.scribd.com/document/855933778/PUASA-DAN-ZAKAT
[2] Fiqih Puasa Zakat Haji Risalah Jamiah | PDF https://id.scribd.com/document/743743229/Fiqih-Puasa-Zakat-Haji-Risalah-Jamiah
[3] Panduan Fiqih Puasa dan Zakat | PDF https://id.scribd.com/document/679286319/PUASA-DAN-ZAKAT
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar